Wanita Penjual Kopi
Tanpa lelah
dan terus berjalan
Menawarkan kopi ke semua orang
Kedua tangannya kekar menentang
Barang dagangan yang tak seimbang
Wajah sayu dan layu
Tergurat jelas di wajahnya
Lelah dan kantuk tak dirasakannya
Demi hidupnya dan keluarganya
Berjualan dan berjualan....
Mungkin itulah yang selalu ada dalam pikirannya
Tak perduli orang-orang memandang
Yang penting halal, itu katanya
Tanpa bosan ia terus menawarkan
Kopi dan mie instan hangatnya
Dengan sabar ia terus berjualan
Meski tak seberapa yang ia dapatkan
Senen, 20/9/09
”DS”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar